Emas Masih Menguat; Sentimen Positif Melonjaknya Sektor Komoditi
Emas pada perdagangan kemarin (8/05) masih menunjukkan gejala penguatan. Meningkatnya harga emas ini didorong oleh adanya laporan bahwa permintaan terhadap emas mengalami peningkatan. Hal ini dipicu oleh semakin melemahnya sektor finansial global, sehingga saat ini para investor cenderung mengalihkan dananya kepada sektor komoditi yang saat ini melonjak tajam dengan dukungan harga minyak yang masih berada pada posisi rekor.
Sedangkan harga sejumlah logam industri kemarin turun dipicu melonjaknya stok, tetapi harga timah malah melonjak hingga hampir menyentuh rekor tertingginya.
Harga nikel untuk kontrak pengiriman tiga bulan, turun 0,7% menjadi US$28.395 per ton di London Metal Exchange.
Harga aluminium juga turun 1,86% menjadi US$2.879 per ton, seng merosot 1,25% menuju US$2.230, dan tembaga terkoreksi 1,07% menjadi US$8.534 per ton setelah stok yang dipantau LME naik 1.100 ton menjadi 110.125 ton kemarin, peningkatan harian terbesar sejak 4 April.
"Hanya produsen baja antikarat Eropa yang menunjukkan peningkatan permintaan, sementara China dan AS tidak. Dengan demikian kami memprediksi harga belum mampu naik kembali hingga akhir kuartal kedua tahun ini," kata Gayle Berry, Analis Barclays Capital di London seperti yang diungkapkan pada Bloomberg. (bloomberg/reuters/iwan)
Friday, May 9, 2008
Posted by Russley Futures-Administrator



