Emas Masih Berpotensi Melemah
Pergerakan harga emas pada perdagangan pekan ini diperkirakan akan kembali mengalami penurunan (05/05). Harga emas telah mengalami penurunan selama tiga minggu berturut-turut akibat spekulasi bahwa Fed akan menahan diri untuk kembali menurunkan tingkat bunga FFR setelah memotong sebesar 25 bps tanggal 1 Mei lalu. Kondisi ini mengakibatkan terangkatnya sentiment positif terhadap dolar dan mengurangi permintaan emas.
Sebanyak 15 dari 31 pialang, investor, dan analis yang disurvey oleh Bloomberg di kawasan Ais dan Eropa pada tanggal 1 dan 2 Mei lalu masih menyarankan untuk menjual emas karena harganya diperkirakan akan terus turun. Harga emas telah mengalami penurunan sebesar 3.6% menjadi 858 dolar per ons. Tiga belas orang di antaranya masih menyarankan untuk membeli, sementara tiga orang memilih untuk netral.
Pada perdagangan minggu lalu dolar menguat ke level tertinggi dalam lima minggu terhadap euro. Penguatan ini terjadi setelah Fed kembali melakukan pemotongan suku bunga FFR sebesar 25 bps, pemotongan ketujuh sejak bulan September 2007 lalu. Pemotongan tersebut disertai komentar dari Ben Bernanke bahwa tujuh kali pemotongan sejak bulan September sudah cukup untuk saat ini dan memberikan sinyal bahwa Fed tidak akan kembali menurunkan tingkat bunga. (bloomberg/iwan)
Monday, May 5, 2008
Posted by Russley Futures-Administrator



