Tuesday, March 4, 2008

Minyak Mentah dan Emas Menguat, Dollar AS Masih Tertekan

Minyak mentah dan emas mengalami kenaikan harga bahkan menyentuh rekor tertinggi terbaru seiringan dengan pelemahan nilai US dollar terhadap Euro, dan ini membuat komoditi menjadi alternative investasi yang cukup menjanjikan.

Harga minyak mentah mengalami kenaikan fantastis sebesar 27 persen sejak 18 September lalu ketika FED menurunkan tingkat suku bunganya yang berdampak melemahnya nilai mata uang US Dollar. Para trader membeli komoditas energi dan logam khususnya emas sebagai pilihan investasi setelah US mengalami inflasi seiringan juga nilai US Dollar melemah. Harga minyak bahkan melonjak setelah adanya pergolakan di Nigeria dan Militer Kolombia, yang dikenal sebagai negara-negara penghasil minyak mentah, menempatkan beberapa tank di perbatasan dengan Amerika. Harga minyak mentah mencapai $ 103, 82 per barrel pada sesi pagi di perdagangan NYMEX, kanaikan harga ini mencapai 68 persen sejak tahun lalu. Harga emas mencapai $ 990.20 per troy ons.

Kenaikan harga minyak mentah dan emas, menjadikan komoditi menjadikan alternative yang cukup menjanjikan, jika dilihat dari pergerakan yang fantastis dibandingkan tahun lalu, bahkan banyak manajer investasi mengalihkan portofolio investasinya yang beresiko tinggi ke investasi komoditi. (REUTERS/RISET-iwan)


The Ubuntu Counter Project - user number # 16649