Minyak Mentah dan Emas, Tertekan
Harga minyak mentah kembali turun dibawah level $ 90 per barrel, setelah kemarin harinya naik diatas level $ 90 per barrel. Hal ini disebabkan masih adanya kekuatiran terhadap perekonomian Amerika, dimana ditandai dengan melemahnya index saham Dow Jones sebesar 100 point, serta berdampak pada melemahnya index saham Nikkei sebesar 0.82 persen dan juga melemahnya index saham Hang Seng mendekati 1 persen.
Diperkirakan harga minyak mentah akan kembali turun seiringnya berakhirnya musim dingin di Amerika. Meskipun OPEC menetapkan untuk tidak mengubah jumlah produksi minyaknya, maka harga minyak diperkirakan akan bergerak dibawah level $ 89 per barrel.
Penurunan harga ini juga dipengaruhi bahwa jumlah persediaan minyak di Amerika, yang dikenal sebagai negara konsumen minyak terbesar didunia, diperkirakan akan meningkat. Tercatat bahwa jumlah persediaan minyak mentah Amerika sebesar 2.2 juta barrel, dan persediaan Gasoline sebesar 1.9 juta barrel.
Dengan melemahnya harga minyak mentah akan berdampak pada melemahnya harga emas, yang lebih dikarenakan aksi profit taking. Komoditas lainnya yang berdampak adalah gula. Harga komoditas gula melemahn. Gula yang dikenal sebagai bahan baku ethanol, yang mana Ethanol digunakan sebagai bahan bakar alternatif. (REUTERS/RISET-iwan)
Wednesday, February 6, 2008
Posted by Russley Futures-Administrator



