Pada sesi perdagangan kemarin pagi (09/01) harga Emas dipasar spot kembali melejit mengejutkan banyak pihak. Harga Emas untuk pasar spot pada sesi pagi dibuka pada level 877.50 dan langsung melejit ke level 888.00 atau naik 6 USD per troyounce. Level ini merupakan level yang tertinggi sepanjang masa. Penurunan pada data pending home sales AS memberikan dampak yang cukup signifikan bagi penguatan harga Emas. Naiknya kembali harga minyak dunia yang diakibatkan oleh kekhawatiran turunnya persediaan minyak di AS juga merupakan faktor fundamental yang mendukung kenaikan ini.
Mulai tahun 2008 banyak analis yang memperkirakan bahwa harga Emas akan terus menguat. Faktor penurunan mata uang AS dan penurunan pertumbuhan ekonomi di berbagai Negara didunia merupakan pemicu naiknya harga komoditas ini. Sebagian bank sentral didunia dilaporkan telah mengubah sebagian kepemilikan cadangan devisanya dalam bentuk Emas. Keadaan ini menyebabkan harga Emas memiliki trend up yang sangat signifikan walaupun sering terjadi berbagai koreksi dalam short term trade.
Namun, di pasar AS harga emas turun terkoreksi karena dolar rebound, sedikit mengurangi daya tarik metal sebagai alternatif investasi. Dolar rebound terhadap enam mata uang untuk kedua kalinya minggu ini. Emas naik 31% tahun lalu ketika dolar turun 9.5% terhadap euro.
Dolar rebound higga membuat emas turun. Harga emas Februari turun $2 atau 0.2% menjadi $878.3 perounce di NYMEX pada jam 8:52 waktu New York . Harga sempat mencapai rekor tertinggi di $894.4 tertinggi dari kontrak aktif. (RISET-iwan)
Thursday, January 10, 2008
Posted by Russley Futures-Administrator



