Emas Menguat, Masih Sekitar Rekor Tertingginya
Pergerakan harga emas pada perdagangan Jum'at (25/01) kembali membukukan peningkatan. Emas masih bertahan di sekitar titik rekor tertingginya di Asia karena melemahnya nilai tukar dolar terhadap euro. Spekulasi bahwa Fed akan kembali menurunkan tingkat bunga di AS memberikan support kuat bagi pergerakan harga emas. Selain itu, berita lain menunjukkan bahwa telah terjadi krisis energi di Afrika Selatan, penghasil emas terbesar ketiga dunia serta pernghasil terbesar platinum.
Dolar AS telah mengalami penurunan hampir sebesar 1% terhadap euro pada minggu lalu. ECB telah memberikan sinyal bahwa suku bunga zona Eropa belum akan diturunkan dan masih akan dipertahankan pada level 4%. Sinyal dari ECB ini diberikan oleh karena masih tingginya potensi inflasi di Eropa.
Harga emas spot mencapai level 913.75 dolar per ons. Saat ini harga emas spot ini masih bertahan pada posisi 909.91 dolar per ons, membukukan peningkatan sebesar 2.46 dolar (0.3%). Harga emas spot ini kembali ke level 900 dolar per ons hari ini setelah sebelumnya berada di bawah level 900 dolar selama perdagangan minggu ini.
Sementara itu harga emas berjangka untuk kontrak bulan Februari di Nymex menguat 4.20 dolar (0.5%) menjadi 910 dolar per ons. Emas berjangka bulan Desember di Tocom menguat 89 yen (2.9%) menjadi 3155 yen per gram (916 dolar per ons).(REUTERS/RISET-iwan)
Monday, January 28, 2008
Posted by Russley Futures-Administrator



