Monday, January 7, 2008

Emas dan Minyak Masih Bullish

Harga emas menguat sedikit di bawah rekor tertinggi, menyusul dolar terkoreksi setelah dirilisnya data payrolls periode Desember yang mencatat kondisi terburuknya sejak Agustus 2003. Namun emas kemudian berangsur melemah setelah investor melakukan aksi ambil-untung dari rally emas yang terjadi belakangan ini yang telah mencatat kenaikan 37% selama sekitar setahun terakhir.

Sentimen secara keseluruhan masih bullish menyusul harga minyak sepekan terakhir mengalami lonjakan ke level tertingginya melampaui $100 per barel dimana telah memicu kekhawatiran seputar prospek naiknya inflasi. Kondisi tersebut menguntungkan bagi emas yang berfungsi sebagai aset lindung nilai terhadap inflasi.

Harga emas mencatat intraday high di level $868.50 per ounce setelah dirilisnya data payrolls AS, kurang dari $1 dari level ifetime high di$869.05 yang dicapai sehari sebelumnya. Emas saat ini diprediksi akan segera mencapai angka $900, selama harga minyak tetap tinggi dan memanasnya kondisi geopolitik.

Sedangkan secara teknikal, para pengamat memprediksi kemungkinan emas mencapai angka $1.000 per ounce setelah menembus level historisnya.

Ketidakpastian terhadap kondisi nilai tukar dolar, naiknya harga minyak dan anjloknya bursa saham akan tetap menjaga daya tarik emas bagi investor.(REUTERS/RISET-iwan)


The Ubuntu Counter Project - user number # 16649