Bursa Wall Street Merosot oleh Kekuatiran Inflasi AS
Bursa saham Wall Street akhir minggu (15/12 WIB) merosot turun kembali di tengah pasar yang terganggu oleh kekuatiran akan tingkat inflasi Amerika sehingga membangkitkan spekulasi akan kelanjutan kasus kredit dan bertambah sulitnya posisi the Fed dalam mengatasi gejolak pasar. Hal ini semakin menjatuhkan bursa yang seminggu ini telah bergerak volatile. Pasar modal AS sejak dibukanya telah melemah dan berlanjut sampai pada penutupannya. Indeks Dow Jones industrial average turun 178.11 poin (-1.32%) pada level 13,339.85. Standard & Poor's 500 Index melemah 20.46 poin (-1.37%) pada 1,467.95. Sedangkan Nasdaq Composite Index merosot 32.75 poin (-1.23%) di posisi 2,635.74.
Untuk seminggunya Dow sudah jatuh 2.1%, S&P melemah 2.5%, sedangkan Nasdaq anjlok sampai 2.6%. Ini merupakan minggu kejatuhan terbesar sejak tanggal 11 November lalu. Para investor terlihat takut akan kemungkinan ancaman inflasi dan kuatir the Fed tidak dapat menangani kasus kredit yang terus menggelinding, demikian yang disebutkan CNBC kemarin (15/12). Aksi the Fed sebelumnya memangkas suku bunga sebesar 0.25% serta pengumuman suatu upaya global bersama sejumlah bank sentral besar lainnya untuk menambah likuiditas di pasar kelihatannya tidak berdampak.
Pasar saham terpantau semakin terperosok oleh rilis data Jumat malam lalu dimana indeks harga konsumen untuk periode November telah meloncat di atas ekspektasi sebesar 0.8 persen, suatu kenaikan tercepat dalam periode dua tahun terakhir karena didorong oleh melonjaknya biaya energi. (CNBC/RISET-iwan)
Monday, December 17, 2007
Posted by Russley Futures-Administrator



