Emas Terus Bullish, Dekati $850, Segera Cetak Rekor Tertinggi Baru?
Oleh terus menguatnya minyak dan melemahnya dolar, emas kini tampak menjadi primadona dari berbagai pilihan investasi yang ada saat ini. Sebagai alternatif investasi ketika dolar melemah, dan selaku media lindung nilai ketika tekanan inflasi mulai meninggi, emas tampak semakin bersinar saat ini sehingga tepat untuk mengatakan masa sekarang ini sebagai masa keemasan emas.
Harga minyak sampai kemarin (07/11) telah menembus level rekor terbarunya di atas level $98 per barel di sesi elektronik New York Mercantile Exchange, dan terakhir terpantau masih beada di sekitar level $98.29 per barel; dolar juga terus melemah semakin dekati level $1.47 terhadap euro. Dua faktor utama yang dapat mendorong harga emas terjadi bersamaan saat ini, sehingga harga pun terus melejit dan cetak rekor tertinggi barunya sejak Januari 1980.
Di sesi elektronik divisi COMEX - NYMEX, terpantau hingga kemarin malam bahwa harga emas (kontrak terdekat) telah meroket naik sebesar $24.10 ke level $847.50 per ons, merupakan level tertingginya selama 27 tahun, ketika harga sempat menanjak hingga ke level $850 per ons. Para analis memprediksi bahwa level $850 akan dapat segera tertembus tanpa memerlukan waktu yang lama. Mengikuti penguatan tersebut, terpantau harga perak kontrak terdekat juga menguat, yaitu naik sebesar 84.5 sen ke level $16.225 per ons. (REUTERS/RISET-iwan)
Thursday, November 8, 2007
Posted by Russley Futures-Administrator



