Emas Rebound, Spekulasi CutRate Oleh The Fed
Meningkatnya volatilitas di pasar telah memicu turunnya harga emas, menyusul naiknya nilai tukar dolar dan menurunnya harga minyak. Harga emas mencatat day high di $815.30 per ounce selama sesi Asia namun kemudian terkoreksi tajam di sesi Eropa, melemah lebih dari 2% ke level day low $792.10. Namun bargain hunters telah membantu emas untuk rebound ke sekitar level $800.
Dolar menembus level tertinggi selama sepekan terhadap euro, sementara harga minyak menjauhi level rekor tertingginya pekan lalu, dimana diperdagangkan melemah di bawah $94 per barel. Namun demikian emas masih diyakini akan sanggup menahan koreksinya di bawah $800 dikarenakan ekspektasi terhadap berlanjutnya depresiasi dolar menyusul antisipasi terhadap prospek pemangkasan suku bunga The Fed. Emas tercatat menembus level tertinggi 28 tahun di level $845.40 pada 7 November lalu, namun saat ini upayanya masih gagal dalam mencapai kembali level tersebut. Emas masih berpeluang untuk kembali menembus level tertinggi yang pernah tercatat di bulan November ini dan bahkan berpotensi menembus level tertingginya sejak Januari 1980 di level $850, namun jika pasar ekuitas melemah maka akan berpotensi menyeret turunnya kembali harga emas.
Sepanjang tahun ini, banyak investor terpaksa menjual emasnya untuk menutup kerugian investasi mereka di pasar saham, sementara yang lain memangkas kepemilkian emas disamping investasi lainnya untuk mengembalikan portofolio mereka kedalam kondisi netral. Namun untuk saat ini bursa emas masih dominan dipengaruhi oleh nilai tukar dolar dan juga harga minyak di pasar dunia, dimana hal ini dapat dilihat dari menguatnya nilai emas dalam mata uang non-dollar seperti dalam euro dan juga Aussie. (RISET-iwan)
Friday, November 30, 2007
Posted by Russley Futures-Administrator



