Friday, November 23, 2007

Emas Masih Bullish. Efek dari Penguatan Minyak dan Melemahnya Dollar

Emas bertengger di atas level $800 per ounce Kamis kemarin, dengan tindakan investor yang sudah mengantisipasi berlanjut melemahnya dolar menyusul meningkatnya spekulasi mengenai langkah rate cut The Fed bulan depan. Perdagangan relatif tipis, menyusul minimnya volume transaksi dari para pelaku pasar sehubungan dengan libur pasar New York untuk merayakan hari libur Thanksgiving dan libur nasional Jepang pada hari Jum’at ini. Meskipun apresiasi emas belum mampu break up level high pekan ini ($807.10), namun pergerakannya kemarin berhasil bertahan di atas level $800.

Tingginya harga minyak juga masih men-support apresiasi emas. Harga minyak sampai sesi perdagangan kemarin tercatat stabil di atas level $97 per barel, setelah hampir menembus level $100 pada sesi Rabu. Sementara itu permintaan emas untuk perhiasan maupun investasi melonjak di India, Cina dan negara-negara Asia lainnya di kuartal ketiga 2007 meskipun harga emas relatif tinggi. Kondisi tersebut dipicu oleh kuatnya pertumbuhan ekonomi dan menguatnya nilai tukar mata uang lokal. Depresiasi dolar berlanjut setelah The Fed dalam minutes-nya mengatakan lemahnya pasar perumahan, ketatanya kredit dan tingginya harga minyak akan memicu melambatnya pertumbuhan ekonomi AS di tahun 2008 menjadi antara 1.8% hingga 2.5%, turun tajam dari 2.5% hingga 2.75% proyeksinya di bulan Juni. (KITCO/RISET-iwan)


The Ubuntu Counter Project - user number # 16649