Wednesday, October 3, 2007

Minyak Terus Turun Jauh Tinggalkan $80, Dolar Rebound Dari Rekor Terendah

Minyak mentah semalam (02/10) tampak teruskan pelemahannya, memasuki hari ke tiga. Rebound dolar dari rekor terendahnya terhadap euro membuat komoditi tersebut menjadi kurang menarik sebagai alternatif investasi selain dolar.

Pada sesi New York Mercantile Exchange (NYMEX) juga tampak investor banyak yang menjual kontrak berjangka energi dan logam karena adanya spekulasi bahwa permintaan atas kontrak yang berdenominasi dolar tersebut akan menurun, sejalan dengan kembali menguatnya dolar. Selain itu, pelemahan juga terjadi oleh adanya ekspekasi bahwa permintaan bulan ini akan menurun karena kilang-kilang AS akan melakukan pemeriksaan dan perawatan yang rutin dilakukan sebelum memasuki musim tingginya permintaan atas “heating oil”.

Terpantau semalam minyak mentah kontrak November (teraktif) telah jauh meninggalkan level $80 dan tampak akan segera tinggalkan level $79, di mana harga kontrak turun sebesar 96 sen atau 1.2% menjadi $79.28per barel. Adapun harga rekor tertinggi minyak dicapai pada 20 September lalu di level harga $83.90 per barel.

Pelemahan juga tampak terjadi pada minyak brent London, yang malam ini mengalami penurunan sebesar $1.28 atau 1.65% ke level $76.36 per barel. Sementara terakhir terpantau bahwa dolar tengah berada di sekitar level $1.4157 terhadap euro, telah jauh menguat dari level terendahnya di atas level $1.42. (REUTERS-RISET-iwan)


The Ubuntu Counter Project - user number # 16649