Wednesday, October 24, 2007

Krisis Turki vs Irak Kembali Menghangat, Cenderung Angkat Harga Minyak

Untuk pertama kalinya dari tiga sesi terakhir, semalam (23/10) minyak mentah kembali mengalami peningkatan. Sikap Iran yang sinyalkan keinginannya untuk terus mengembangkan teknologi nuklir tingkatkan ketegangan yang terjadi di Timur Tengah. Selain itu, kembali hangatnya isu penyerangan Turki ke Irak juga turut picu spekulasi bahwa sisi penawaran minyak akan mengalami gangguan.

Perdana Menteri Turki, Recep Tayyip Erdogan, mengatakan bahwa angkatan militer mereka mungkin akan memberikan perlawanan kepada pemberontak Kurdish di utara Irak. Selain itu, sikap Iran sampai saat ini tampaknya belum tunjukkan adanya keinginan untuk megnurungkan niatnya untuk mengembangkan teknologi nuklir. Presiden Iran, Mahmoud Ahmadinejad, hari ini mengatakan bahwa mereka percaya dengan perlunya negosiasi, namun bukan berarti mereka harus mengorbankanhak mereka.

Terpantau minyak kontrak Desember semalam menguat sebesar 77 sen atau 0.9% ke level $86.79 per barel di sesi New York Mercantile Exchange. Sementara minyak brent kontrak Desember juga menguat, yaitu naik sebesar 37 sen ke level $83.64 di sesi ICE Futures Europe exchange. Pada tiga sesi terakhir, harga minyak terus menurun dari level rekornya di level $90.07 per barel di sesi NYMEX pada 19 Oktober lalu. (AP/RISET-iwan)


The Ubuntu Counter Project - user number # 16649