Minyak Tinggalkan Level $80, Produksi Kilang di Teluk Meksiko Meningkat
Minyak mentah di sesi New York semalam (25/09) telah tampak melemah tinggalkan level $80. Adapun pelemahan telah masuki hari ke tiganya dengan peningkatan hasil produksi di teluk Meksiko yang telah kembali beroperasi.
Dikabarkan bahwa perusahaan-perusahaan minyak di sekitar wilayah teluk tersebut telah dapat mengejar sekitar 70% dari tingkat poduksi yang tertunda akibat bencana badai kemarin. Adapun kembalinya pesimisme bahwa perekonomian AS tidak akan dapat langsung membaik pasca penurunan suku bunga, turut tekan harga dan atas adanya ekspektasi bahwa permintaan minyak akan menurun sejalan dengan pelambatan ekonomi AS. Setelah menguat ke level rekor tertinggi pada 20 September lalu, yaitu di level $80.90 per barel, semalam minyak mentah masih mengalami tekanan koreksi di mana minyak kontrak teraktif (November) di New York Mercantile Exchange kini terpantau telah turun sebesar $1.91 ke level $79.04, tinggalkan level $80 bahkan hamper ke bawah level $79. Adapun harga masih mengalami peningkatan sebesar 30% jika dibandingkan dengan posisi di periode yang sama tahun lalu.
Data cadangan minyak AS akan terus menjadi perhatian investor dalam membaca arah harga minyak. Diprediksi pada minggu yang berakhir pada 21 September lalu cadangan akan terus turun, yaitu sebanyak 2.15 juta barel dari sebanyak 318.8 juta barel pada minggu sebelumnya. Adapun Departemen Energi AS dijadwalkan akan mengumumkan data tersebut hari ini. (.BLOOMBERG/RISET-iwan)
Wednesday, September 26, 2007
Posted by Russley Futures-Administrator



