Minyak Naik ke Harga Tertinggi 5 Minggu, Cadangan AS Menurun
Setelah Departemen Energi AS umumkan penurunan cadangan, minyak mentah semalam (06/09) terus menguat hingga ke level tertinggi 4 minggu. Adapun penurunan cadangan yang terjadi lebih besar dari prediksi ekonom, di mana dilaporkan semalam bahwa pada minggu yang berakhir pada 31 Agustus lalu cadangan minyak telah menurun sebanyak 8 kali selama 9 minggu. Hal yang sama terjadi pula dengan cadangan bensin yang menurun sebanyak 1.5 juta barel. Sementara OPEC sampai saat ini masih enggan untuk meningkatkan pasokannya karena berpendapat sampai saat ini permintaan global akan dapat terpenuhi. Adapun terpantau di sesi New York Mercantile Exchange bahwa minyak mentah kontrak Oktober meningkat sebesar $1.14 atau 1.5% ke level $76.87 per barel; sebelumnya kontrak sempat menyentuh level $77.43, yang merupakan tingkat tertinggi sejak 3 Agustus lalu. Dari posisi tahun lalu, harga mengalami kenaikan sebesar 14%.
Minyak Brent tampak ikut menguat, di mana harga kontrak Oktober meningkat sebesar 77 sen atau 1% ke level $75.11 per barel di sesi London-based ICE Futures Europe exchange. Sebelumnya indeks sempat menyentuh level $75.38, juga level teringgi harian sejak 3 Agustus lalu. Selain oleh cadangan yang menurun, harga minyak sebelumnya memang sudah berada dalam tren yang menguat atas kecemasan serangan teroris di Nigeria akan kurangi tingkat pasokan minyak ke AS.
Friday, September 7, 2007
Posted by Russley Futures-Administrator



