Minyak AS Closed di Atas $80
Pada penutupan sesi Rabu New York Mercantile Exchange pagi ini (27/09), minyak terpantau telah kembali menguat ke atas level $80 per barel. Semalam memang Departemen Energi AS umumkan peningkatan cadangan untuk beberapa kalinya dalam 5 sesi terakhir ini, namun peningkatan tersebut masih belum dianggap cukup signifikan mengingat posisi cadangan masih 1.3% lebih rendah dari posisi tahun lalu.
Semalam dilaporkan bahwa cadangan minyak mentah AS naik sebanyak 1.84 juta barel pada minggu lalu, angka tersebut diluar dugaan analis yang memprediksi masih akan terjadi penurunan sebesar 2.15 juta barel. Pasar masih akan terus mengikuti perkembangan posisi cadangan AS, mengingat optimisme bahwa target pertumbuhan ekonomi dapat dicapai jika The Fed terus turunkan suku bunganya bulan depan akan membuat permintaan atas minyak turut meningkat, sehingga posisi pasokan terus meningkat sangat diperlukan guna mencegak pelonjakan harga ke level yang lebih tinggi.
Terpantau pada penutupan sesi NYMEX pagi ini bahwa minyak kontrak November (terakhif) naik sebeesar 77 sen atau 1% ke level $80.30 per barel. Penguatan tersebut merupakan yang pertama kali dalam 4 sesi terakhir, di mana harga terus turun hingga ke level terendah sejak 17 September di $78.44, dari level rekornya di level $83.90 yang dicapai pada 20 September, tertinggi sejak kontrak pertama kali diperdagangkan pada 1983.
Adapun sampai dengan penutupan hari ini, harga telah 32% lebih tinggi dari posisi tahun lalu. Minyak brent sendiri menanggapi peningkatan cadangan AS tersebut dengan terus menurun; pada penutupan sesi Rabu London, terpantau minyak Brent kontrak November turun sebesar 19 sen ke level $77.43 per barel di sesi ICE Futures Europe exchange London. Angka penutupan tersebut juga merupakan yang terendah sejak 17 September lalu.
Thursday, September 27, 2007
Posted by Russley Futures-Administrator



