Penguatan Dollar Memicu Harga Emas dan Perak Turun
Emas dan Perak berubah sedikit di New York dan akan turun kembali karena penguatan dollar akan menurunkan daya tarik emas sebagai alternative investasi.Emas senantiasa bergerak berlawanan dengan dolar AS. Sebelumnya dolar naik 6.8% tahun ini karena Euro naik 3.8% terhadap dollar.
Emas berjangka Desember turun $1.2 menjadi $680.4 perounce di Divisi Comex di NYMEX. Perak September turun 3 cent menjadi $12.84 perounce sebelumnya logam telah turun 0.5% tahun ini. Euro diperdagangkan dengan di level terendah pada $1.3606 setelah ECB (European Central Bank) memberikan memberikan pinjaman Emergency Fund kepada bank, diikuti dengan kenaikan pasar saham. Euro pernah mencapai level tertinggi $1.3852 pada 24 Juli.
ECB, Federal Reserve AS dan beberapa bank sentral lain memasukkan dana sebesar $154 milyar ke pasar uang pada 9 Agustus lalu, dan $135.7 milyar pada 10 Agustus karena ketakutan akan kerugian dari kerugian pada pinjaman subprime dapat membatasi pemberian kredit. Emas akan naik jika investor menjadi kurang percaya terhadap dolar dan currencies lain. Dimana saat masyarakat kurang percaya akan kualitas dari kredit maka emas sebagai mata uang pengganti lebih dihargai.
Para investor menanti perubahan dari suku bunga, dan ini akan mempengaruhi terhadap harga emas. Pada tahun ini harga emas tidak berubah banyak karena Fed tetap mempertahankan suku bunganya 5.25% sejak Juni 2006. Fed menyadari apabila suku bunga meningkat maka inflasi meningkat dan juga harga emas akan meningkat pula, ini yang dihindari. Jadi sepanjang tahun ini emas sangat dipengaruhi oleh dolar. (REUTERS/RISET/.iwan)
Tuesday, August 14, 2007
Posted by Russley Futures-Administrator



