Instabilitas Makro Ekonomi Kurangi Permintaan Minyak
Merebaknya krisis sector kredit belakangan ini picu kecemasan pasar bahwa pertumbuhan ekonomi AS dan Eropa akan melemah. Mengikuti ekspektasi akan perlambatan ekonomi tersebut, prediksi bahwa permintaan akan turun terus bayangi pasar saat ini. Selain itu, diperkirakan puncak musim mengemudi telah lewat. The International Energy Agency laporkan penurunan sebesar 100,000 barel pada proyeksi permintaan minyak sampai akhir tahun nanti. Hal tersebut mengindikasikan akan menurunnya tingkat permintaan AS. Permintaan atas bensin juga anjlok ke level terendah 5 minggu pada minggu lalu di AS.
Minyak kontrak September melemah sebesar $1.13 atau 1.6% ke level $70.46 per barel di New York Mercantile Exchange, merupakan harga terendah sejak 2 Juli lalu. Dari tingkat harga rekornya di level $78.77 yang dicapai pada 1 Agustus lalu, harga telah turun sekitar 10%. Sementara di London, minyak brent terpantau telah tinggalkan level $70, di mana minyak brent kontrak September turun sebesar 91 sen ke level $69.30 per barel; sebelumnya harga sempat berada di level $69.25 di sesi ICE Futures exchange.
Monday, August 13, 2007
Posted by Russley Futures-Administrator



