Monday, July 2, 2007

Minyak Menguat, Emas Rebounded


Harga emas menguat di sesi Jum’at lalu menyusul melemahnya USD dan naiknya harga minyak dan kalangan dealer mengatakan physical buying kemungkinan akan membantu emas untuk melanjutkan apresiasinya untuk menjauhi level terendahnya 3 bulan. Harga emas spot tercatat di level $650.90/651.90 per ounce dibandingkan $647.90/$649.40 levelnya sesi New York hari Kamis sebelumnya dan level terendah 3 bulan yang dicapai di hari Rabu di level $638.90. Harga di bawah $650 telah memicu niat beli para investor namun nampaknya pergerakan emas masih range-bound dalam pekan-pekan mendatang.

Kepercayaan investor, yang belakangan ini terusik oleh masalah di pasar kredit, nampaknya telah mulai pulih sehingga perkembangan harga emas kembali dipengaruhi oleh USD dan harga minyak.

Seiring dengan berkurangnya perhatian pada pasar kredit, maka kenaikan harga minyak dan harga komoditi lainnya telah mendorong apresiasi emas. Sementara USD tertekan setelah investor kembali memburu aset-aset beresiko. Tekanan terhadap USD juga muncul setelah data-data ekonomi belakangan ini mengisyaratkan melemahnya inflasi dan indikasi melemahnya pertumbuhan ekonomi dan pasar perumahan nampaknya akan mengurangi minat The Fed untuk mernaikkan suku bunganya.

Harga minyak dilaporkan naik di atas $71 per barel menyusul turunnya stok minyak AS. Salah seorang analis merekomendasikan bahwa level $650 nampaknya cukup menarik untuk melakukan pembelian terhadap emas.


Outlook Pekan Ini:

Sidang keputusan suku bunga dari BoE dan ECB pekan ini nampaknya akan menjadi fokus pasar disamping data tenaga kerja AS periode Juni. ECB diprediksi akan mempertahankan suku bunga di level 4% pada hari Kamis (5/Juli), namun pasar lebih menantikan statement dari press-conference presiden ECB, Jean-Claude Trichet, yang diharapkan akan mendukung proyeksi pasar bahwa ECB akan menaikkan suku bunganya sebesar 25 bps, antara Agustus atau September.

Sementara BoE dihari yang sama diperkirakan akan menaikkan suku bunganya dengan 25 basis poin menjadi 5.75%. Data inflasi AS pada hari Jum’at lalu dirilis melemah untuk bulan Mei ke level terendahnya selama lebih dari 3 tahun. Namun kalangan analis merekomendasikan The Fed belum akan memangkas suku bunganya kecuali pasar tenaga kerja mulai menunjukkan sinyal melemah. Akhirnya fokus puncak pasar tertuju pada data non-farm payrolls AS hari Jum’at (6/Juli) untuk periode Juni. Setelah mengalami

kenaikan yang besar di bulan Mei sebelumnya, data diprediksi akan menurun menjadi 100.000 new job sementara tingkat pengangguran naik menjadi 4.6%, demikian laporan dari BNP Paribas.

Sedangkan hasil polling Reuters menunjukkan non-farm payrolls diprediksi naik 118.000 new job dan tingkat pengangguran stabil di level 4.5%. Data sektor manufaktur dan jasa juga akan dirilis pekan ini, sementara pasar AS akan tutup pada 4 Juli untuk memperingati hari libur nasional Independence Day.



The Ubuntu Counter Project - user number # 16649