Emas Tersupport oleh Melemahnya Dollar
Perhatian terhadap masalah keamanan dan turun tajamnya nilai tukar USD telah membantu emas menembus level tertingginya mendekati level tertinggi 2 pekan pada hari Senin kemarin, namun investor diprediksi tetap akan berhati-hati dalam bertansaksi menjelang libur pasar AS berkenaan dengan hari libur Independence Day.
Emas naik ke level high $658.80 per ounce, level tertinggi sejak 20 Juni dan terakhir bertengger di sekitar $658.10/658.70, dibandingkan dengan $648.70/$650.20 levelnya sesi New York hari Jum’at dan level terendah 3 pekan yang dicapai pekan lalu di $638.90.
Sebuah teror di Inggris akhir pekan kemarin akan mendorong emas untuk menguat dalam beberapa hari kedepan, meskipun terdapat libur pasar AS pada hari Rabu, dimana nampaknya volume transaksi akan tipis. Peningkatan keamanan di Inggris mencapai level tertingginya, yang diartikan bahwa akan terjadi semacam serangan, setelah upaya ledakan bom mobil sempat gagal, dan sebuah serangan di lapangan udara Scotlandia.
Emas seringkali digunakan sebagai lindung nilai terhadap ketidakpastian ekonomi global dan situasi geopolitik dan juga tekanan inflasi akibat naiknya harga minyak, sementara lemahnya nilai tukar USD akan membuat harga logam mulia yang didenominasikan kedalam USD menjadi lebih murah bagi investor pemegang mata uang non-dollar sehingga akan memicu minat beli.
Pergerakan emas nampaknya akan bergantung pada perkembangan nilai tukar mata uang di pasar dan kemungkinan masih akan melemah dalam beberapa pekan kedepan. USD terkroeksi ke level terendah 7 pekan terhadap euro dan terkoreksi terhadap sejumlah rivalnya menyusul lemahnya data sektor perumahan AS yang memperbesar pandangan bahwa suku bunga AS masih akan dipertahankan sementara suku bunga negara lainnya berpotensi dinaikkan.
USD terkoreksi sekitar 1 sen dari level terendahnya terhadap euro, mempertajam koreksinya yang dicapai hari Jum’at setelah data inflasi AS, personal income dan spending dirilis lemah. Kalangan analis memprediksi permintaan terhadap emas akan menurun akibat banyak pengeluaran untuk kegiatan perjalanan (tamasya) dan musim hujan di India, negara konsumen emas terbesar dunia.
Nampaknya level $650 sebagai level yang netral bagi emas menyusul kurangnya dukungan bagi penguatan emas lebih lanjut. Namun dengan minimnya dukungan maka emas berpotensi melemah. Pekan lalu para spekulan memangkas net long mereka atau posisi bullish pada emas AS menjadi 9.03 juta ounce, level terendah sejak Oktober 2006.



