Bargain Hunting, Mengoreksi Harga Emas
Emas menguat sesi Kamis kemarin dipicu bargain hunting setelah terkoreksi ke level terendah 3 bulan di hari sebelumnya, namun nampaknya emas berpotensi tes level low barunya. Harga emas di pasar spot naik ke level high $654.00 per ounce sebelum melemah ke level $652.40/653.90, naik dari $647.20/$650.70 di sesi New York hari Rabu.
Pasar terus memantau perkembangan USD, yang kemarin bergerak stabil terhadap euro dan menembus level puncak 4-1/2 tahun terhadap yen, mempertajam apresiasinya setelah sehari sebelumnya dirilis data retail sales AS yang positif yang memperkuat dugaan The Fed tidak akan memangkas suku bunganya di tahun ini. Meningkatnya yield Treasury AS ke level tertinggi 5 tahun pekan ini menyusul membaiknya prospek ekonomi juga turut mendongkrak apresiasi USD. Investor saat ini tengah menunggu dirilisnya data inflasi AS hari Jum’at ini.
Emas berpotensi tes ke level low bulan Maret di $635, dan kondisi terburuk adalah terkoreksi ke level terendah tahun ini di $608 yang dicapai awal Januari lalu. Aksi jual emas oleh sejumlah bank sentral juga menjadi berita buruk bagi performansi emas di pasar. Bank sentral Swiss (SNB) melaporkan akan menjual 250 ton emas selama 2 tahun kedepan dan akan menggunakan uang hasil penjualan emasnya untuk menaikkan cadangan devisanya. Penjualan tersebut, yang pertama kalinya sejak 2005, akan dipergunakan untuk menghindari unsettling markets (ketidakstabilan pasar).
Sementara itu, OPEC kemarin melaporkan bahwa suplai minyak mentah masih cukup untuk saat ini, meskipun OPEC siap untuk menambah suplai jika memang diperlukan untuk memenuhi permintaan pasar. Assessment tersebut yang dilaporkan pada The June Monthly Oil Market Report dari Organization of the Petroleum Exporting Countries (OPEC), akan mengecewakan konsumen yang mengharap OPEC menaikkan produksinya guna menurunkan harga minyak dari levelnya $70 per barel.
Dalam laporannya tersebut, OPEC memprediksi permintaan minyak dunia di tahun 2007 akan meningkat sebesar 1.3 juta bpd atau 1.5%, unchanged dari laporan bulan Mei dan proyeksinya lebih rendah dibandingkan lembaga lainnya seperti International Energy Agency. OPEC akan mengadakan sidang berikutnya pada tanggal 11 September mendatang untuk menentukan kebijakan suplai minyak. Harga minyak naik setelah muncul laporan OPEC tersebut dengan Brent crude naik 98 sen menjadi $70.92.
Interest Rate Oultlook
Pelaku pasar menaikkan ekspektasinya bahwa The Fed akan mempertahankan suku bunganya tahun ini setelah Departemen Tenaga Kerja kemarin melaporkan bahwa PPI naik 0.9% di bulan Mei setelah 0.7% kenaikannya di bulan sebelumnya, melampaui perkiraan terjadi kenaikan 0.6%. Yield pada November federal funds future naik 0.5 basis poin menjadi 5.26% setelah rilis data PPI tersebut, dimana mengisyaratkan pelaku pasar mengurangi prospek pemangkasan suku bunga oleh The Fed pada sidangnya 31 Oktober mendatang. Yield tercatat 5.025% pada 14 Mei lalu.
Option prices hari sebelumnya menunjukkan prospek The Fed dalam menentukan kebijakan moneternya terbagi sama rata antara langkah pemangkasan dan menaikkan suku bunga dalam sidangnya 11 Desember mendatang. Option sebelumnya telah menunjukkan 74% peluang The Fed memangkas suku bunganya sekitar sebulan lalu. The Fed telah mempertahankan suku bunganya di level 5.25% sejak menaikkannya ke level tersebut di bulan Juni 2006. Sidang The Fed berikutnya akan digelar pada 28 Juni. (RISET-iwan)



