Melemahnya USD telah mengangkat harga emas di sesi Jum’at pekan lalu, namun investor terus memantau perkembangankondisi pasar kredit dimana mereka kemungkinan akan lebih menjauhi aset-aset beresiko. Sedangkan Platinum group metals (PGMs) mendapat dukungan dari resiko terhambatnya suplai dari Afrika Selatan. Emas naik ke level high $656.20 per ounce dan terakhir bertengger di sekitar $653.30/653.90, dibandingkan $651.30/652.80 di sesi New York hari Kamis, ketika terkoreksi ke level terendah 1 pekan di $647.50.
Perhatian terhadap pasar kredit, menahan dari berlanjut terpuruknya subprime mortgage market, nampaknya sekali lagi akan mempengaruhi harga emas. Dalam suasana demikian emas dan sejumlah aset-aset beresiko akan kembali melemah. Jika lelang CDO atau collateralised debt obligations (obligasi) mencatat jumlah yang serupa, pasar emas beresiko melemah.
Sementara itu, 2 buah hedge fund (lembaga dana) yang bermasalah yang ditangani oleh Bear Stearns Cos. Inc. masih menyisakan tanda tanya setelah Merrill Lynch & Co. Inc. menjual sejumlah aset-asetnya dari lembaga dana tersebut dan 3 bank lainnya menutup posisinya. Bear Stearns pernah membiayai lebih dari $20 milyar aset-asetnya, namun kehilangan milyaran dolar dari kepemilikan sekuritas yang buruk. Bear Stearns sebelumnya telah mempersiapkan untuk menambah $1.5 milyar untuk mendanai sebagian rencana restrukturisasinya, namun banyak perusahaan Wall Street baru saja berencana untuk mengundurkan diri.
Meskipun emas berlaku sebagai safe asset, namun investment funds cenderung akan menjual emasnya bersamaan dengan aset-aset beresiko lainnya selama terjadi masalah pada pasar finansial dan kemudian berinvestasi kedalam obligasi pemerintah. Melemahnya USD memang telah membantu emas terhindar dari koreksi tajam, namun apresiasi yang terjadi dibatasi oleh tekanan jual oleh para produsen. Pekan ini nampaknya emas akan bergerak dikisaran $645-$665.
Outlook Pekan Ini:
Sidang reguler The Fed pekan ini akan disoroti pasar dimana meskipun diprediksi masih akan mempertahankan suku bunganya, namun statement yang menyertai keputusannya berpotensi akan mempengaruhi pasar.
Suku bunga kemungkinan masih akan dipertahankan di level 5.25%, dimana investor akan mencermati setiap pernyataan petinggi The Fed untuk melihat prospek langkah kebijakannya di kemudian hari.
Data. housing sales AS juga akan dicermati untuk melihat berbagai sinyal apakah melemahnya subprime sector yang lebih beresiko, yang telah menimbulkan ketidakpastian pada pasar kredit dan komunitas hedge fund, telah meluas kedalam pasar perumahan. Data lainnya yang juga akan disoroti pasar adalah data barometer inflasi The Fed yaitu core personal consumption expenditures index (core PCE) yang diprediksi hanya akan menunjukkan kenaikan tipis.
Sementara bank sentral Norwegia diperkirakan akan menjadi bank sentral Eropa yang terakhir yang akan menaikkan suku bunganya dalam sidangnya hari Rabu, melanjutkan langkah yang ditempuh oleh ECB, SNB dan juga Riksbank Swedia. Dengan maraknya bank sentral dunia memperketat kebijakan moneternya, maka yield obligasi kembali menuju level tertinggi multi tahunannya dalam beberapa pekan terakhir, dimana memberikan warning bagi para pelaku pasar finansial. Statement dari The Fed diprediksi akan memberikan arah baru bagi pergerakan yield obligasi selanjutnya.
Ekspektasi terhadap pemangkasan suku bunga oleh The Fed masih tersisa meskipun telah berkurang. Di bulan Desember lalu, pasar finansial menaksir pemangkasan 75 basis poin di tahun 2007. Saat ini mereka memprediksi suku bunga akan dipertahankan. Data pekan ini akan menunjukkan core PCE dan new and existing home sales bulan Mei yang nampaknya akan turun, dimana bisa saja mengubah pandangan mereka mengenai prospek kebijakan The Fed selanjutnya.
Yield obligasi global telah menguat tajam bulan ini, dimana telah mendorong maraknya carry trade yang berakibat tertekannya mata uang dengan yield rendah seperti yen dan Swissie.
Dalam konteks ini maka berbagai komentar dari petinggi bank sentral yang akan bersidang di Basel, Swiss pekan ini (sidang tahunan Bank for International Settlements) akan memberikan nilai penting bagi pasar. Namun yield obligasi belakangan ini telah melemah menyusul concern mengenai pasar perumahan dan potensial terpuruknya pasar kredit telah kembali muncul. Sedangkan di Eropa, tingkat pertumbuhan ekonomi, tekanan harga, suku bunga dan yield terlihat lebih menjanjikan (fixed) yaitu meningkat.
Bank sentral Norwegia diprediksi bakal menaikkan suku bunganya sebesar 25 basis poin menjadi 4.5%, sementara para investor masih akan memantau retorika dari para petinggi ECB, SNB, Riksbank dan BoE. Data pengangguran Jerman, money supplay zona euro dan flash estimates untuk inflasi bulan Juni zona euro akan menjadi fokus pasar. Inflasi tahunan diprediksi 1.9%, unchanged dari bulan sebelumnya dan sesuai dengan target inflasi ECB yaitu sedikit di bawah 2%.



