Kemarin, Emas Rebound Setelah Terkoreksi Ke Level Terendah 3 Bulan
Emas rebound di sesi akhir perdagangan hari Rabu kemarin setelah terkoreksi ke level terendah 3 bulan, menyusul USD memangkas gain-nya setelah menurunnya kembali yield Treasury AS. Emas juga terbantu oleh short-covering hingga menguat ke level high $652.25 per ounce setelah terkoreksi ke level $642.90, level terendahnya sejak medio Maret. Emas terakhir tercatat di level $651.15/651.65, dibandingkan dengan $648.30/649.80 di sesi New York hari Selasa. Pelaku pasar terus memantau perkembangan USD, yang telah menembus level tertinggi 11 pekan terhadap euro sebelumnya.
Yield Treasury telah mendorong minat beli terhadap USD, namun penguatan USD melemah menyusul turunnya yield tersebut setelah dirilisnya data retail sales AS bulan Mei yang naik melampaui perkiraan ke level tertingginya sejak Januari 2006. Data tersebut sebenarnya memberikan pengaruh positif terhadap USD dan negatif terhadap emas, namun nampaknya pelaku pasar tidak terlalu terpengaruh oleh data tersebut sehingga menyebabkan emas masih mampu bertahan dari tekanannya. Emas nampaknya masih akan menghadapi berbagai tekanan, sepanjang maraknya spekulasi mengenai pengetatan kebijakan moneter global terus bergema.
Emas seringkali digunakan sebagai investasi lindung nilai terhadap inflasi namun kali ini kurang diminati investor disaat maraknya kenaikan suku bunga mengingat sifatnya yang zero-yielding. Naiknya suku bunga akan mendorong penguatan USD yang berakibat tertekannya emas karena harganya menjadi lebih mahal bagi pemegang mata uang non-dollar. Level support emas nampaknya terlihat di level sedikit di atas $638, dimana jika terkoreksi di bawah level tersebut maka akan memicu koreksi berlanjut.
Sementara untuk jangka menengah-panjang, level support terlihat berada di level $635, dimana prospek emas masih cenderung bullish selama level tersebut efektif. Sedangkan dalam physical market, seorang pejabat senior di India mengatakan peningkatan impor emas nasional mencerminkan tahun yang baik bagi prospek emas setelah tingginya harga dan volatilitas telah menyurutkan volume impor tahun lalu. Ketika harga emas terkoreksi pekan lalu, para pelaku pasar mencatat adanya minat beli dari para investor.



