Emas Terkoreksi Tajam Menjelang Akhir Minggu
Emas mempertajam koreksinya di sesi Kamis kemarin, melemah ke level terendah selama hampir sepekan menyusul menguatnya USD dan naiknya yield obligasi yang telah memicu tekanan jual. Emas terkoreksi ke level low $648.20 per ounce, level terendah sejak 14 Juni, dan terakhir bertengger di sekitar level $648.20/9.70, turun dari $654.50/656.00 levelnya sesi New York hari Rabu.
Nampaknya koreksi akan berlanjut setelah gagal bertahan di atas level $650.00. Ekspektasi mengenai meningkatnya suku bunga global telah mendorong naiknya yield obligasi pemerintah pada hari Kamis kemarin, mendorong melemahnya bursa saham Eropa dan membawa USD ke level tertinggi 4-1/2 tahun terhadap yen.
Naiknya suku bunga akan membuat emas kurang menarik minat beli para investor karena sifatnya yang zero-yielding. Pasar melihat kondisi emas terlihat sedikit mengalami tekanan dan cenderung bergerak kurang stabil. Emas telah mencoba menembus di atas level $661 pada hari Selasa dan Rabu namun apresiasinya kembali tertahan.
Pasar nampaknya enggan untuk mendorong harga emas naik di atas level $660 dan platinum di atas $1,290 menjelang sidang The Fed pekan depan. The U.S. Federal Reserve's Federal Open Market Committee (FOMC) akan memulai sidang reguler 2 harinya pada tanggal 27 Juni. Dengan indikasi belum akan adanya perubahan suku bunga oleh bank sentral AS, maka pergerakan emas nampaknya masih harus melihat perkembangan ekonomi AS untuk melihat pergerakan USD berikutnya.
Sementara itu kondisi emas nampaknya belum terpengaruh oleh aksi protes para pekerja tambang di Afrika Selatan setelah gagal mencapai kesepkatan mengenai nilai upah pada hari Rabu lalu.
Sementara itu harga minyak kembali naik hari Kamis kemarin yang dipengaruhi oleh aksi mogok para pekerja di Nigeria dan juga sikap OPEC yang masih enggan untuk menaikkan produksi minyaknya. Brent crude London naik 69 sen menjadi $71.11, turun dari level intraday high $71.60 namun recover dari koreksinya sebesar $1.42 pada hari Rabu sebelumnya. Sedangkan untuk crude oil AS tercatat naik 32 sen menjadi $69.18. Harga minyak tercatat telah menguat dari $50 levelnya di bulan Januari ke level tertinggi 10 bulan di $72.25 pada hari Senin lalu, dan mendekatkannya pada level rekor tertinggi (all-time high) di atas $78 yang dicapai Agustus tahun lalu.



