Thursday, June 28, 2007

Emas Telak Kena Risk Aversion


Emas menembus level terendah selama lebih dari 3 bulan di sesi Rabu kemarin dan perak menembus level terendah selama lebih dari 5 bulan menyusul harga komoditi mengalami pukulan oleh gelombang risk aversion (sikap menjauhi aset-aset beresiko) di pasar finansial global. Emas biasanya digunakan sebagai tujuan investasi yang aman bagi investor namun belakangan ini investor memandang emas merupakan aset yang sama dengan komoditi lainnya sehingga termasuk aset-aset yang beresiko.

Harga emas spot turun ke level low $638.90 per ounce di sesi Asia, level terendah sejak medio Maret, namun kemudian rebound dan bergerak stabil. Emas tercatat berada di sekitar level $642.00/642.60, unchange terhadap level-level sesi New York hari Selasa sebelumnya. Sementara harga perak spot terkoreksi ke level $12.11 per ounce, level terendahnya sejak 8 Januari, namun terakhir bertengger di sekitar level $12.28/12.32 dibandingkan dengan $12.24/12.27.

Base metals juga melemah, dengan London Metal Exchange copper futures melemah sekitar 1%, sementara harga minyak turun di bawah $70 per barel.

Namun emas sempat rebound dan break intraday high sebelumnya dan terakhir mencatat level high di $644.60 per ounce seiring dengan naiknya kembali harga minyak di atas $71 per barel setelah stok minyak AS dilaporkan mengalami penurunan. Yen Jepang juga dilaporkan mengalami rally untuk ketiga kalinya secara berturut-turut menyusul volatilitas di pasar saham global dan berlanjutnya concern terhadap U.S. subprime mortgage sector telah membuat investor lebih berhati-hati untuk berinvestasi kedalam aset-aset yang beresiko (menjauhi carry trade). Jika emas terus mengalami koreksi, nampaknya level sekitar $620 patut dipertimbangkan untuk memulai mengambil posisi BUY untuk emas.


The Ubuntu Counter Project - user number # 16649