Tuesday, June 26, 2007

Emas, Profit Taking

Harga emas turun di sesi Senin kemarin, menyusul turunnya harga minyak, base metals dan equity yang mendorong para investor emas untuk melakukan profit-taking. Laporan dari the Bank of International Settlements yang memberikan warning terhadap tekanan inflasi juga turut memberikan tekanan, dimana emas nampaknya akan bergerak terbatas pekan ini dengan kecenderungan melemah Harga emas di pasar spot turun ke level low $648.70 per ounce dan terakhir bertengger di sekitar level $651.30/651.90 dibandingkan dengan $653.60/655.10 levelnya sesi New York hari Jum’at.

Harga minyak juga dilaporkan turun lebih dari 1% mendekati level $70 per barel setelah Royal Dutch Shell mengatakan pihaknya tengah mempersiapkan untuk melakukan ekspor minyaknya dari ladang minyak Nigeria yang telah terhenti setahun terakhir akibat serangan dari para militan. Harga tembaga dan seng juga turun lebih dari 2%.

Saham-saham utama Inggris terkoreksi dalam 6 sesi berturut-turut, mendorong koreksi tajam pada bursa saham Wall Street di akhir pekan lalu disamping bank dan komoditi merefleksikan penurunan yang tajam. Emas seringkali digunakan sebagai investasi lindung nilai terhadap inflasi, namun dengan prospek kenaikan suku bunga akan berpotensi mendorong penguatan USD dan akan melemahkan emas. Sementara itu, pasar akan menyoroti sejumlah data ekonomi AS pekan ini, termasuk data perumahan, produk konsumen dan juga GDP serta sidang reguler The Fed.

Emas nampaknya akan bergerak terbatas menjelang sidang The Fed pekan ini, demikian pandangan sebagian besar pelaku pasar. Goldman Sachs (GS) mengatakan bahwa pihaknya telah memangkas prediksi harga emas untuk tahun berikutnya dengan $25 menjadi $725 setelah melihat kondisi USD yang relatif netral. Namun demikian, prospek emas masih bullish dengan physical demand nampaknya masih akan mendukung apresiasi emas berikutnya.



The Ubuntu Counter Project - user number # 16649