Emas Menguat Tertinggi Hampir 3 Pekan
Emas menguat ke level tertinggi hampir 3 pekan sesi Senin kemarin, dan perak menembus level tertinggi 5 pekan, dipicu oleh melemahnya USD terhadap euro dan naiknya harga minyak. Namun nampaknya harga logam mulia tidak akan banyak bergerak dalam jangka pendek kedepan menyusul absennya trigger di pasar.
Harga emas spot naik ke level high $672.35 dan terakhir bertengger di sekitar level $671.70/672.20 per ounce, dibandingkan dengan $670.10/671.60 di sesi New York hari Jum’at, ketika tercatat naik lebih dari $10. Logam mulia telah terkoreksi ke level terendah 9 pekan di level $651.30 pada 24 Mei lalu.
Salah seorang analis berpendapat bahwa penguatan logam mulia ini akibat self-motivating trend menyusul harga mulai meninggalkan level $650. Pasar nampaknya menunggu harga hingga turun sekitar pertengahan $650-an untuk kemudian melakukan aksi beli kembali.
Sementara USD mengalami koreksi secara umum sejak gagal melanjutkan apresiasinya pasca dirilisnya data ketenagakerjaan pekan lalu yang positif, sementara permintaan terhadap mata uang terkait dengan kenaikan suku bunga. Prospek nilai tukar USD dan harga minyak, penjualan oleh bank sentral dan perkembangan situasi geopolitik nampaknya masih akan menjadi faktor utama yang mempengaruhi penjualan logam mulia di pasar dalam beberapa bulan kedepan. Seperti yang pernah diberitakan sebelumnya, bank sentral Eropa pada hari Jum’at lalu telah melaporkan menjual 37 ton cadangan emasnya dalam 2 bulan terakhir dan belum memilki rencana lanjutan untuk penjualan emasnya tahun ini.
Sedangkan sejumlah bank sentral Eropa lainnya juga melaporkan telah menjual emasnya, dengan bank sentral Spanyol sebesar 40 ton masing-masing di bulan Maret dan April dan masih menunggu laporan penjualan emas untuk bulan Mei. Hingga saat ini pasar masih belum memberikan reaksi berlebihan terhadap anjloknya bursa saham Cina, namun koreksi yang berkelanjutan mungkin akan memberikan pengaruh nantinya.
Sementra itu harga minyak naik di atas $69 kemarin, dipicu oleh kekacauan di wilayah Nigeria yang mana telah mengurangi suplai minyaknya ditengah memuncaknya permintaan akan kebutuhan gasoline di musim panas ini. Harga minyak mengalami kenaikan setelah muncul statement yang menentang seruan Barat oleh Pemimpin Terkemuka Iran Ayatollah Ali Khamenei. Ia mengatakan Iran akan tetap meneruskan program nuklirnya yang memang untuk tujuan pembangkit tenaga listrik. Namun pihak Barat menyangsikan klaim Iran tersebut dan menuding negara Islam tersebut tengah mengembangkan senjata nuklir. London Brent crude, yang saat ini digunakan sebagai barometer harga minyak global dunia, naik 43 sen menjadi $69.50. Sementara crude oil AS turun 8 sen menjadi $65.00.



