Monday, June 4, 2007

Emas Menguat Akibat Spekulatif Buying oleh ECB

Emas memperkuat apresiasinya hari Jum’at lalu dan menembus level tertinggi 2 pekan akibat speculative buying setelah bank
sentral Eropa (ECB) melaporkan belum berencana untuk menjual kembali cadangan emasnya tahun ini. Logam mulia lainnya juga ikut menguat, dengan perak menembus level tertinggi 3 pekan sementara platinum dan palladium menguat ke level tertinggi lebih dari sepekan. ECB telah melaporkan menjual emasnya sebesar 37 ton dalam 2 bulan terakhir dan belum berencana untuk kembali menjual cadangan emasnya dalam tahun ini.

Bank-bank sentral Eropa telah menjanjikan untuk membatasi total penjualan emasnya sebesar 2.500 ton di periode 2004-2009,
atau 500 ton setiap tahunnya. Harga emas mencatat level high di $671.95 per troy ounce, level tertinggi sejak 16 Mei dan terakhir bertengger di sekitar level $670.50/672.00 Jum’at lalu, dibandingkan $659.80/661.30 di sesi New York hari Kamis, ketika tercatat menguat hampir $10 ditengah melemahnya USD. Laporan ECB memang memberikan sentimen positif di pasar, namun bank-bank sentral lainnya nampaknya masih akan melanjutkan penjualan cadangan emasnya.

Jika tidak ada laporan mengenai penjualan emas oleh bank sentral, maka harga emas diprediksi akan bisa menembus level $720. Pasar emas awalnya bereaksi terhadap melemahnya USD setelah data inflasi inti dirilis lebih lemah dibandingkan perkiraan. Namun USD kemudian rebound dan menembus level tertinggi 7 pekan terhadap euro setelah survey menunjukkan indeks manufaktur AS untuk bulan Mei naik ke level tertingginya sejak April 2006. Fluktuasi harga emas nampaknya masih akan terpengaruh oleh pergerakan USD di pasar.

Fokus Pekan ini:
Sidang bank sentral Eropa dan Inggris nampaknya akan menjadi fokus pasar pekan ini, sementara indikasi untuk arah kebijakan The Fed akan diperlihatkan dari statement Kepala Federal Reserve. Investor telah berspekulasi bahwa bank sentral AS tidak akan memangkas suku bunganya dalam waktu dekat ini, yang saat in memiliki tingkat bunga sebesar 5.25%, menyusul positifnya data payrolls dan manufakturnya kemarin. Pada hari Selasa, Kepala The Fed Ben Bernanke akan berbicara lewan jalur telefon dengan para bankir bank sentral Eropa dan Jepang dalam sebuah acara Konferensi Moneter Internasional. Kepala ECB Jean-Claude Trichet juga akan berbicara di Lisbon pada hari Senin. ECB besar kemungkinan akan menaikkan suku bunganya dengan 25 basis poin emnjadi 4.0% pada sidangnya hari Rabu nanti.

Namun untuk BoE pasar masih berspekulasi bahwa suku bunga masih akan dipertahankan, namun juga tidak tertutup kemungkinan ada kejutan yang akan terjadi di hari Kamis nanti. Sebagian besar ekonom memprediksi BoE akan mempertahankan suku bunga di level 5.5% namun 5 dari 62 responden berpendapat kemungkinan BoE menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin. Bank sentral Selandia Baru dan Australia juga diprediksi masih akan mempertahankan suku bunganya pekan ini. Sementara bank sentral Afrika Selatan diprediksi akan menaikkan suku bunganya sebesar 50 basis poin menjadi 9.5%.

Sejumlah data ekonomi AS yang akan disoroti pasar diantaranya Institute for Supply Management's (ISM) survey of nonmanufacturing conditions yang akan dirilis hari Selasa, ditambah dengan data non-farm productivity dan trade balance hari berikutnya. Ekonom akan meneliti apakah ekonomi AS akan mengalami soft landing ataukah hard landing dan juga prospek suku bunganya. Pada hari Selasa, baik zona euro maupun Inggris akan merilis data Purchasing Managers Indexes (PMI) untuk sektor jasa. Indeks PMI manufaktur Eropa yang dirilis Jum’at lalu turun ke level terendah 15 bulan menyusul turunnya produksi dan ordernya. Sementara para pemimpin negara-negara maju akan bertandang ke Heiligendamm di Jerman pada hari Rabu guna melakukan pertemuan puncak G8 yang diperkirakan akan memfokuskan pada masalah perubahan iklim dan pengurangan emisi berbahaya.



The Ubuntu Counter Project - user number # 16649