Emas Masih Diwarnai dengan Physical Buyers dan Bargain Hunters
Harga emas naik ke level tertinggi lebih dari sepekan di sesi Senin kemarin menyusul koreksinya belakangan ini telah
memicu physical buyers and bargain hunters. Harga emas spot menembus level intraday high di $659.05 per troy ounce, level tertingginya sejak 8 Juni, sebelum kembali ditransaksikan ke sekitar level $656.20/656.80, dibandingkan $654.50/656.00 di sesi New York hari Jum’at.
Dengan potensi melemahnya USD, naiknya harga minyak dan meningkatnya tekanan geopolitik akan membuat harga emas kembali berpotensi menguat dalam jangka menengah kedepan.
USD tercatat melemah secara umum terhadap sejumlah rivalnya kemarin. Kekhawatiran terhadap prospek suplai minyak juga memberi dukungan terhadap menguatnya harga emas. Brent crude oil telah naik ke sekitar $72.00 per barel setelah menguat ke level tertinggi 10 bulan pada hari Jum’at akibat kekhawatiran terhadap minimnya suplai minyak AS disaat memuncaknya permintaan gasoline di AS.
Emas seringkali berlaku sebagai investasi lindung nilai terhadap inflasi dan bergerak berlawanan arah dengan USD. Emas tercatat telah menguat 2.5% sejak terkoreksi ke level terendah 3 bulan di $642.90 hari Rabu lalu yang disebabkan bargain-hunting and buying oleh para pedagang pada level-level bawahnya.
Para spekulan terlihat memangkas net long positions (posisi beli) atau kondisi bullish pada emas AS dengan 30% di pekan per 12 Juni menyusul kontrak futures emas pada divisi COMEX New York menembus level terendah 3 pekan, demikian trade data hari Jum’at menunjukkan.



