Emas Masih Berpotensi Melemah
Emas bergerak relatif stabil setelah mengalami fluktuasi hari Kamis kemarin namun masih berpotensi melemah menyusul menguatnya nilai tukar USD terhadap sejumlah mata uang utama dunia lainnya. Harga emas di pasar spot tercatat di level $669.00/669.50 per ounce setelah menguat ke level high $672.40 dan terkoreksi ke level low $665.90, dibandingkan dengan level New York hari Rabu di $669.20/670.70 dan level tertinggi 3 pekan yang dicapai hari Selasa di level $673.95.
Nampaknya kembali tertekannya emas akibat dugaan sejumlah pelaku pasar meleset, yang sebelumnya mengharapkan terjadi rally ternyata tidak demikian, sehingga memicu mereka untuk me-reverse sejumlah posisinya. USD menguat secara umum menyusul kenaikan yield Treasury AS mendorong meningkatnya minat terhadap mata uang AS tersebut dan berita mengenai peluncuran peluru kendali Korea Utara di wilayah lautnya telah menekan yen Jepang.
Nampaknya emas akan cenderung melemah dahulu untuk kemudian kembali menguat seiring dengan kembali maraknya minat beli saat harga berada di level-level bawah. Penjualan oleh sejumlah produsen emas pada hari Rabu juga nampaknya telah turut menekan harga emas dalam sesi perdagangannya Kamis kemarin.
Emas terkoreksi ke level terendah 5 pekan di $651.30 per ounce pada 24 Mei sebelum kembali menguat, namun masih gagal menembus level $675 meskipun telah berupaya beberapa kali. Calyon Corporate and Investment Bank mengatakan performa emas belakangan ini tidak begitu “mempesona” akibat sejumlah faktor fundamental yang biasanya mengendalikan pergerakan harga ternyata tidak memberikan dukungannya. Jika hal tersebut terus terjadi maka keperkasaan emas nampaknya akan memudar khususnya di kuartal ketiga, situasi dimana biasanya kondisi harga logam mulia berada pada periode yang terburuk.
Sementara itu, pelaku pasar terus memantau perkembangan di Afrika Selatan, produsen emas terbesar dunia, dimana dikatakannya jika terjadi aksi mogok oleh para pengusaha tambang emas maka akan berpotensi menguatkan harga emas di pasar. Gabungan dari industri tambang emas di Afrika Selatan, yang menghasilkan milyaran nilai ekspor, mengatakan mereka akan bergabung untuk mendukung tuntutan kenaikan upah yang telah dimulai Jum’at lalu.



