Thursday, June 21, 2007

Emas Berpeluang Menembus $700, Namun Perlu Trigger yang Signifikan

Emas diperdagangkan sedikit di bawah level tertinggi 2 pekan yang dicapai sehari sebelumnya, di sesi Rabu kemarin. Namun kondisi pasar terlihat bersahabat dan nampaknya emas akan berlanjut menguat. Harga emas spot tercatat di level $657.90/658.50 per ounce di sesi New York, dibandingkan dengan $660.70/662.20 di hari Selasa sebelumnya, ketika tercatat meningkat ke level high $661.40, level tertingginya sejak 7 Juni. Pelaku pasar nampaknya terus berminat membeli emas sehingga jika harga sedikit saja berada di bawah $660 maka akan memicu minat beli para investor. Meskipun demikian, emas masih menghadapi resiko tekanan jual di sekitar level $662 dan $665.

Investor juga terus memantau perkembangan eksternal seperti nilai tukar dan harga minyak di pasar dunia. USD kemarin dilaporkan bergerak cukup stabil terhadap euro, namun harga minyak terus turun menjauhi level tertinggi 10 bulan (level di atas $72 per barel). Emas seringkali berfungsi sebagai lindung nilai terhadap inflasi (akibat kenaikan harga minyak) dan bergerak berlawanan arah dengan USD. Emas belakangan ini masih gagal untuk kembali mencapai level $700, level tertinggi yang pernah diraih di bulan Mei 2006 lalu, dimana kondisi tersebut telah mengecewakan para investor. Namun bargain hunters and jewellers sudah cukup puas dengan membeli disaat harga emas berada di bawah.

Meskipun peluang emas untuk kembali menembus level $700 masih terbuka lebar, namun nampaknya perlu pemicu yang signifikan untuk kembali meraih level psikologi tersebut. Secara teknikal emas perlu untuk memantapkan posisinya di atas level tertinggi 4 Juni di $674 untuk memicu berlanjutnya akselerasi. Sementara platinum juga terkoreksi ke level $1,290/1,294 per ounce dari $1,291/1,295 di sesi AS. Sedangkan perak terkoreksi ke level $13.24/13.28 per ounce dari $13.31/13.35, sementara palladium naik $4 di level $371/375. Harga minyak terkoreksi lebih dari 1% setelah pemerintah AS melaporkan kenaikan yang mengejutkan pada stok minyak mentahnya dan kenaikan pada stok gasoline-nya.

Stok minyak mentah naik 6,9 juta barel menjadi 349,3 juta barel di pekan per 15 Juni, melampaui ekspektasi terjadi kenaikan 600.000 barel, demikian dilaporkan US Energy Information Administration (EIA). Stok gasoline, yang belakangan ini menjadi primadona kebutuhan para pengendara kendaraan di AS selama musim panas, juga meningkat di atas perkiraan para analis. Stok meningkat 1,8 juta barel dibandingkan ekspektasi terjadi kenaikan 800.000 barel. Brent crude London untuk kontrak Agustus turun 1,16 sen menjadi $70,68 per barel, setelah turun ke level low di $70,58 per barel. Sementara New York crude untuk kontrak Juli, yang berakhir hari Rabu kemarin, turun 1,03 sen menjadi $68,07 per barel. Sebelumnya Brent crude tercatat menguat di level $72.25 per barel.

Namun koreksi pada harga minyak tersebut dapat dibatasi oleh adanya aksi mogok di Nigeria yang belum menunjukkan tanda-tanda bakal berakhir. Para pekerja di Nigeria kemarin telah memulai aksi protesnya terhadap kenaikan harga bahan bakar belakangan ini namun pasar masih menunggu perkembangan berikutnya, apakah kondisi tersebut akan menghambat suplai minyak dari Nigeria ataukah tidak.



The Ubuntu Counter Project - user number # 16649