Emas rebound lebih dari 1% Kamis kemarin dipicu short covering dan melemahnya USD terhadap euro pasca dirilisnya data ekonomi AS. Namun demikian, para investor masih enggan mendorong apresiasi harga emas secara agresif sehingga menempatkan emas bergerak dalam trading range di sekitar $650-665 per ounce.
Emas naik ke level high 661.95 per ounce dan terakhir bertengger di sekitar 660.50/662.00, dibandingkan dengan $652.45/652.95 posisinya sesi New York hari Rabu, ketika mencatat koreksi lebih dari $3 ditengah menguatnya USD.
USD mencatat koreksi tertajamnya terhadap euro dalam 2 pekan setelah laporan menunjukkan ekonomi AS mencatat pertumbuhan terlemahnya lebih dari 4 tahun di kuartal pertama, namun kemudian memangkas kerugiannya setelah laporan lainnya menyebutkan aktifitas bisnis di wilayah Midwest AS mengalami ekspansi lebih pesat dari perkiraan. Emas terindikasi akan melanjutkan koreksinya jika break down level $650. Emas tercatat terkoreksi ke level terendah 2 bulan di $651.30 hari Kamis lalu dipicu menguatnya USD dan adanya penjualan emas oleh sejumlah bank sentral Eropa.
Melemahnya harga emas dalam beberapa hari terakhir telah mendorong sejumlah investor untuk menarik logam mulia tersebut dari exchange-traded funds (ETFs). Total emas yang dikuasai ETFs turun 1.4% atau 8.63 ton menjadi 625.09 ton pada 30 Mei dari hari sebelumnya. Sementara dari perdagangan logam mulia lainnya tercatat platinum naik menjadi $1,277/1,282 per ounce dari $1,259/1,264 di sesi New York, sementara palladium bergerak flat di level $365/368. Sedangkan perak naik menjadi $13.37/13.39 per ounce dari $13.15/13.18.
Sementara itu, harga minyak stabil di bawah $68 per barel pada Kamis kemarin setelah data menunjukkan adanya peningkatan stok gasoline AS namun tercatat pula penurunan pada stok minyak mentahnya. London Brent crude oil, yang saat ini menjadi indikator harga minyak global, naik 6 sen menjadi $67.90 per barel, setelah mencatat level low di $67.35. Sedangkan harga minyak mentah AS (US crude oil) naik 29 sen menjadi $63.78.
Stok gasoline dilaporkan meningkat 1.3 juta barel pekan lalu sesuai dengan proyeksi analis. Ini merupakan kali keempat terjadi peningkatan stok, namun demikian suplai masih tercatat jauh dari level normalnya. Tetapi stok minyak mentah AS diluar dugaan turun 2.0 juta barel, dibandingkan perkiraan terjadi kenaikan 700,000.