Wednesday, May 23, 2007

Swiss Pension Fund, tertarik Invest pada Palladium

Palladium mendekati level tertinggi 2 pekan, dipicu oleh laporan bahwa Swiss pension fund (lembaga dana pensiun Swiss) akan mengalokasikan dananya kedalam logam mulia tersebut. Sementara emas berjalan mengikuti arus, dimana awalnya mendapat dukungan dari minyak mentah dan base metals, namun kemudian mengalami tekanan jual seiring menguatnya nilai tukar USD. Spot palladium naik ke level $374/$378 per troy ounce, mencapai level yang sama dengan level puncak 9 Mei dan tercatat naik dari $368/$373 level sesi New York hari Senin lalu. Trader dan analis mengatakan kenaikan palladium berkaitan dengan pengumuman dari Novartis's pension fund yang berencana menginvestasikan 4% dari 14 milyar Swiss franc ($11.37 milyar) dananya kedalam logam mulia. Andre Ludin, head of portfolio management, kepada Reuters mengatakan bahwa lembaga dana tersebut akan berinvestasi 1% kedalam masing-masing logam mulia yaitu emas, perak, platinum dan palladium.

Sementara harga spot gold turun ke level $661.95/662.45 per ounce, dibandingkan dengan $662.00/$663.50 di sesi New York hari Senin sebelumnya. Simon Weeks dari ScotiaMocatta, mengatakan emas awalnya menguat yang dipicu oleh naiknya harga minyak dan base metals, namun kemudian melemah. Ia memprediksi harga akan bergerak di kisaran $10 antara $655 dan $665, namun kemungkinan akan melemah. Sedangkan David Holmes dari Dresdner Kleinwort, berpendapat level $665 merupakan level kritis, dimana jika berhasil break up maka akan memicu minat beli dan akan mendorong harga emas untuk menuju level $672. Dalam jangka panjang prospek emas bagaimanapun juga masih bullish dimana banyak kalangan analis memprediksi emas akhirnya akan kembali mencapai level $700 dan level-level di atasnya. Bernard Swanepoel, kepala eksekutif perusahaan tambang emas Afrika selatan, Harmony Gold, mengatakan bahwa secara fundamental prospek emas masih baik (positif) karena faktor supply-demand, upaya perusahaan-perusahaan tambang emas untuk mencari sumber tambang emas yang lainnya dan adanya proyek baru.

Ia juga menyinggung masalah permintaan yang potensial dari ETFs dan perhatiannya terhadap pertumbuhan ekonomi AS. Ia memprediksi emas akan menguat ke level $730 dan bahkan terbuka peluang bagi emas untuk melaju ke level $850. Sementara itu, Brent crude oil turun di bawah level $70 per barel Selasa kemarin menyusul ekspektasi meningkatnya stok gasoline AS, namun koreksinya terbatas oleh kerusuhan yang masih berlangsung di Nigeria, yang mengancam tersendatnya suplai minyak dari Afrika Selatan.

London Brent, yang saat ini lebih mewakili harga minyak global ketimbang minyak mentah AS, turun 74 sen menjadi $69.75 per barel setelah mencatat kenaikan $1.07 pada hari Senin sebelumnya. Sedangkan harga minyak mentah AS turun 80 sen menjadi $65.47.


The Ubuntu Counter Project - user number # 16649