Wednesday, May 16, 2007

Emas Terkoreksi

Harga emas kembali naik (rebound) Selasa kemarin dipicu melemahnya USD stelah dirilisnya data CPI AS yang telah memicu investor untuk membeli emas.
Namun platinum masih relatif flat setelah dirilisnya proyeksi dari Johnson Matthey yang mengatakan bahwa suplai platinum mengalmi surplusnya tahun ini, meskipun pasar platinum sangat lemah menyusul event tahunan Platinum Week di London.
Emas turun ke level intraday low $664.50 sebelum rebound ke $671.00/671.50 per ounce dibandingkan $668.20/669.70 posisi penutupan New York hari Senin sebelumnya. Michael Widmer, analis logam mulia dari Calyon Corporate and Investment Bank, mengatakan emas mendapat dukungan dari pengaruh rilis data CPI AS yang mengisyaratkan The Fed semakin dekat dengan langkah pemangkasan suku bunganya menyusul tekanan inflasi semakin mereda.
Pemangkasan suku bunga akan membuat USD terkoreksi dan mendorong penguatan emas, demikian katanya. USD terkoreksi atas euro setelah data inflasi dirilis sesuai dengan ekspektasi pasar. Melemahnya USD akan membuat harga emas relatif lebih murah bagi pemegang mata uang non-dollar. Namun Barclays Capital berpendapat bahwa harga logam mulia akan melemah dalam jangka pendek kedepan. Dalam laporannya dikatakan bahwa dalam jangka pendek kedepan, emas akan melemah sebelum kembali menguat dan melanjutkan uptrend-nya.

Sementara itu Johnson Matthey, selaku distributor platinum terbesar dunia, mengatakan kondisi pasar platinum nampaknya akan mengalami surplus untuk kedua kalinya berturut-turut (2 tahun berturut-turut) di tahun 2007. Namun dikatakannya pula bahwa platinum kemungkinan akan mencapai level puncaknya di $1,400 per ounce dalam 6 bulan kedepan. Sementara itu, harga minyak berlanjut menurun menyusul pelaku pasar melihat kemungkinan data stok minyak AS yang akan dirilis besok (hari ini) akan menunjukkan kenaikan pada stok gasoline menjelang puncak permintaan bahan bakar di musim panas.

Disamping itu, tekanan juga datang dari laporan bahwa Chevron telah memulai kembali memproduksi 48.000 bpd yang telah terhenti pekan lalu di Nigeria menyusul aksi protes masyarakat. Namun penurunan harga minyak tersebut dibatasi oleh kekhawatiran seputar kurangnya pasokan minyak dari pengilangan minyak AS, yang mana telah membuat stok gasoline berada di bawah level rata-rata dan concern bahwa suplai tidak akan memuaskan permintaan bahan bakar di musim panas.

London Brent crude untuk pengiriman Juni turun 12 sen menjadi $66.71 per barel, sementara New York crude untuk pengiriman Juni turun 7 sen menjadi 62.38 per barel. Data stok minyak AS pecan lalu menunjukkan bahwa di pecan per 4 Mei stok gasoline naik dengan 400.000 barel, setelah selama 12 pekan berturut-turut mengalami penurunan. Namun demikian, stok secara keseluruhan masih 5.6% di bawah level rata-rata tahun lalu.


The Ubuntu Counter Project - user number # 16649