Emas Sideways di Kisaran Sempit Akibat New Home Sales
Kondisi chart yang bearish dan menguatnya USD telah mendorong U.S. gold futures ditransaksikan di bawah $660 per ounce Kamis kemarin. Kontrak emas Juni pada divisi COMEX di New York Mercantile Exchange turun $3.40 di level $659.20 per ounce, dan bergerak dikisaran $658.50 dan $663.20.
Seorang dealer mengatakan bahwa emas terlihat sangat lemah berdasarkan kondisi chart setelah harga menembus di bawah level long-term support trend line Oktober tahun lalu. Data ekonomi terlihat mixed sehingga menyebabkan emas bergerak sideways dikisaran sempitnya. Dealer tersebut menambahkan emas saat ini berkonsolidasi antara $655 hingga $665 per ounce pada basisi spot. USD tercatat menguat setelah data menunjukkan new home sales AS dirilis naik melampaui perkiraan di periode April, memperkuat pandangan bahwa The Fed nampaknya tidak akan memangkas suku bunganya tahun ini.
Penjualan rumah baru di AS naik 16.2% di bulan April, kenaikan terpesatnya dalam 14 tahun, sementara harga turun ke level rekor 11%. Positifnya data perumahan AS berpotensi menekan emas yang berkorelasi dengan USD, dimana jika USD menguat maka emas cenderung melemah. Harga emas di pasar spot tercatat di level $658.80/9.30, dibandingkan $660.60/2.10 posisinya di sesi Rabu. Sedangkan harga fixing sore London tercatat di level $659.00. Sementara harga spot perak tercatat di level $13.01/3.05, naik dari $12.99/3.03 pada hari Selasa di sesi New York. Di London, harga fixing perak berada di level $13.04. Untuk spot platinum dihargai di level $1,289.00/1,294.00. Dan untuk spot palladium tercatat di level $369.50/373.50.