Emas rebound di sesi Eropa hari Jum’at kemarin setelah terkoreksi ke level terendah 2 bulan yang dipicu oleh physical buyers dan bargain hunters (maraknya aksi beli dan ambil untung) di pasar. Namun logam mulia tersebut berpotensi kembali tes level low barunya akibat besarnya posisi spekulatif perdagangan. Sentimen juga melemah akibat penurunan yang signifikan pada exchange-traded fund (ETF) yang berbasis di AS.
Emas sempat terkoreksi ke level intraday low $653.40 per ounce di hari Kamis sebelumnya, level terendahnya sejak 20 Maret. Harga kemudian kembali naik hingga ke level intraday high hari Jum’at di $661.25 dan terakhir bertengger di sekitar level $658.30/658.80 sekitar pukul 20.52 WIB, namun berlanjut menguat ke level $660.80/662.30 sekitar pukul 22.35 WIB, dibandingkan dengan $657.30/658.80 posisi penutupan sesi New York hari Kamis. Di sesi
Prospek berlanjut melemahnya emas pekan depan muncul setelah pasar melihat potensi USD yang akan menguat, dimana hari Jum’at kemarin secara umum menguat atas euro.
Emas telah sebanyak 3 kali mencoba untuk memecahkan level psikologi $700, dengan level tertinggi 26 tahun di $730, namun hingga kini masih saja gagal.
Namun Standard Bank melihat masih terbuka peluang bagi emas untuk kembali mencoba memecahkan level psikologi tersebut. Sementara itu, pasar finansial bereaksi keras terhadap pengumuman Cina mengenai kenaikan suku bunga, namun sentimen di pasar logam mulia melemah akibat melemahnya gold ETF holdings.
StreetTRACKS yang listing di AS mengatakan holding-nya turun lebih dari 6% dalam sebulan menjadi 469 ton pada hari Kamis. Sedangkan dalam 2 hari saja hampir 17 ton penarikan yang terjadi. Sedangkan berita industri mengatakan gold hedging turun 4.12 juta ounce menjadi 39.86 juta di kuartal pertama 2007 dari kuartal sebelumnya, dan untuk basis tahunan diprediksi akan turun antara 8 juta dan 10 juta ounce, demikian dilaporkan konsultan metal
GFMS Ltd.
Pelaku pasar masih mengamati proses kesepakatan nilai upah pekerja di perusahaan tambang emas Afrika Selatan, dimana jika mengalami hambatan maka akan mengurangi suplai emas di pasar yang akan berakibat kembali naiknya harga emas. Sementara itu, harga minyak hari Jum’at pekan lalu turun akibat aksi ambil-untung setelah concern terhadap suplai gasoline
mendorong kenaikan harga minyak menjadi $70 per barel sebelumnya. London Brent crude turun 86 sen menjadi $69.41 per barel setelah turun ke level day low $69.27, menghapus sejumlah kenaikan hari sebelumnya yang lebih dari $2 atau 3.3%.
Sedangkan
Monday, May 21, 2007
Emas Rebound Ke Level Terendah 2 Bulan, Physical Buyers dan Bargain Hunters
Posted by Russley Futures-Administrator



