Thursday, May 31, 2007

Emas Mudah Terpengaruh Oleh Fluktuasi Dollar

Harga emas melemah pada hari Rabu kemarin menyusul menguatnya USD, namun investor masih berhati-hati dalam mengambil posisi menjelang dirilisnya sejumlah data ekonomi AS yang nantinya akan mempengaruhi pergerakan mata uangnya. Harga emas di pasar spot tercatat di level $652.80/654.30 per troy ounce, turun dari $655.95/656.45 levelnya di sesi New York hari Selasa. Sebelumnya emas menembus level intraday high di $658.80, lebih dari $7 di atas level terendah 9 pekan yang dicapai hari Kamis di level $651.30.

Sementara itu, minutes dari sidang FOMC tanggal 9 Mei akan dirilis Kamis dini hari dimana para investor akan melihat sikap dan pandangan para petinggi The Fed mengenai kondisi ekonomi dan inflasinya, sehingga diharapkan akan memberikan gambaran mengenai langkah kebijakan moneter berikutnya. Investor juga tengah menantikan data GDP-Q1 AS hari Kamis ini dan juga data non-farm payrolls hari Jum’at yang merupakan indikasi utama untuk menilai sehat tidaknya kondisi ekonomi AS.

Seorang analis berpendapat bahwa emas saat ini mudah terpengaruh oleh kondisi nilai tukar USD, dan nampaknya dalam waktu dekat akan mengalami konsolidasi pada level-levelnya saat ini. Sedangkan dalam jangka menengah kedepan diperkirakan USD akan melemah, harga minyak akan menguat begitupula dengan kondisi geopolitik juga akan memanas, dimana sejumlah faktor tersebut akan memberi dukungan terhadap naiknya harga emas. Euro dilaporkan menembus level terendah 7 pekan terhadap USD dan investor akan memperhatikan hasil minutes FOMC menyusul kemungkinan pemangkasan suku bunga oleh The Fed telah mereda akhir-akhir ini.

Salah seorang trader Eropa berujar bahwa emas telah mengalami tekanan akibat menguatnya nilai tukar USD dan harga emas berpotensi melemah ke level $650 dalam sesi-sesi berikutnya akibat technical selling. Namun demikian, emas juga terlihat mendapat dukungan positif dari anjloknya bursa saham Cina setelah pemerintah Cina menaikkan pajak perdagangan saham sebesar 3 kali lipat guna mengurangi booming bursa sahamnya. Penurunan 6% pada bursa saham memang terlihat tidak memberikan pengaruh yang meluas namun para investor tetap bertindak hati-hati. Sementara itu, harga minyak turun di bawah $68 per barel, penurunan dalam 4 hari perdagangan berturut-turut, menyusul ekspektasi suplai minyak akan kembali naik pekan lalu disamping membaiknya produksi minyak di Nigeria.

FOMC MINUTES

Aktifitas ekonomi terlihat menurun namun resiko untuk mengalami keterpurukan sedikit berkurang. Inflasi masih mengalmi ketidakpastian, namun demikian inflasi masih menjadi perhatian utama. Prospek inflasi akan berkembang jika inflation expectation mengalami peningkatan. Hampir seluruh anggota FOMC melihat kondisi inflasi yang masih tinggi dan perlu untuk menurunkannya.

Turunnya nilai tukar dolar juga berpotensi menaikkan harga impor yang akan berimbas pada naiknya inflasi. Kenaikan harga gasoline belakangan ini nampaknya akan menekan kekuatan household spending. Masalah perumahan atau hipotik juga terlihat tidak berdampak meluas terhadap ekonomi AS.


The Ubuntu Counter Project - user number # 16649