Emas bergerak stabil setelah USD melemah tipis terhadap euro, namun logam mulia tersebut masih range-bound. Harga emas terakhir tercatat bertengger di level $662.25 per ounce dibandingkan $663 levelnya sesi New York hari sebelumnya. Emas awalnya sempat terkoreksi hingga ke level day low $657.00. Melemahnya USD telah memicu minat beli terhadap emas sebagai investasi alternatif.
Di awal sesi, emas sempat mengalami tekanan jual akibat penguatan USD yang disebabkan oleh komentar yang hawkish dari petinggi The Fed yang telah menyebabkan pelaku pasar menaksir kembali ekspektasinya untuk pemangkasan suku bunga AS dalam bulan-bulan mendatang. Prospek pemangkasan suku bunga AS belakangan ini berkurang seiring dengan positifnya data ekonomi. Namun kemudian USD kembali mengalami tekanan jual.
Pasar masih terlihat range-bound antara $655 dan $665. Masih tingginya harga minyak telah mendorong penguatan emas menyusul emas digunakan sebagai investasi lindung nilai terhadap inflasi . Brent crude berada di sekitar level $70 per barel, 40% lebih tinggi dibandingkan level harganya di medio Januari.
Minyak, nilai tukar mata uang dan base metals masih menjadi faktor utama pemicu pergerakan logam mulia di pasar. Base metals saat ini tengah menghambat penguatan emas, dengan tembaga sebagai leader perdagangan logam di pasar, turun 9% dibandingkan harganya di awal tahun ini. Prospek meningkatnya produksi tambang juga turut menekan base metals dan menghambat penguatan emas. Tembaga saat ini merupakan barometer yang baik untuk menggambarkan base metals dan sentimen pada harga komoditi secara keseluruhan.
Suki Cooper, analis Barclays Capital berpendapat dalam jangka pendek kedepan, harga emas nampaknya akan mengalami fase konsolidasi pada level-level bawah sebelum kemudian mengalami rebound. Barclays memprediksi harga rata-rata emas mencapai $710 di kuartal ketiga. Ia menambahkan level support berada di sekitar $655, sementara level resistance di $675.
Sementara HSBC memprediksi emas akan bergerak rata-rata di level $680 tahun ini, sedangkan Goldman Sachs memproyeksikan emas akan mencapai level $750. Dalam perdagangan logam mulia lainnya, perak naik di level $13.04 per ounce dari $12.93, platinum naik di level 1,292 dari 1,288 dan palladium terkoreksi menjadi $371 per ounce dari $376. (Reuters-iwan)