Perdagangan emas di pasar spot begitu tipis pada hari Senin kemarin. Menyusul tutupnya pasar
Emas tidak mendapat dukungan yang besar atas naiknya base metals dan energi pada hari Jum’at, dimana mengisyaratkan tekanan jual akan berlanjut menembus 200-day moving average di level $636 per troy ounce, demikian dilaporkan Standard Bank.
Pasar saat ini tengah menantikan data non-farm payrolls AS yang rencananya akan dirilis pada hari Jum’at. Namun selama emas dapat bertahan di sekitar level support kuat $650, maka tekanan jual akan dapat dibatasi. Pasar melihat bargain-hunting and physical buying sebagai 2 faktor yang masih membuat emas bertahan hingga saat ini.
Pergerakan mata uang yang tipis juga turut mempengaruhi minimnya pergerakan emas pada hari Senin kemarin.
Sementara itu, statement bank sentral AS mengisyaratkan bahwa suku bunga nampaknya belum akan mengalami pemangkasan dalam tahun ini. Penjualan emas oleh bank-bank sentral Eropa di bawah pakta 5 tahunan yang dimulai di tahun 2004 lalu seiring dengan naiknya pasar saham juga turut menekan penguatan emas di pasar dalam beberapa hari terakhir ini.
Pada hari Selasa, bank sentral Eropa (ECB) melaporkan telah menjual 280 juta euro emasnya dan gold receivables (piutang emas). Sejumlah analis mengatakan ECB belakangan ini terlihat meningkatkan penjualan emasnya untuk mengimbangi penjualan emasnya yang melemah di awal tahun ini. Saham-saham Asia meningkat Senin kemarin, dengan pasar saham Cina meningkat ke level all-time high dan pasar saham Korsel juga menembus level rekor tertingginya, menyusul rally pada harga metals telah mengangkat saham-saham perusahaan pertambangan logam dan menguatnya USD telah mendorong naiknya saham-saham eksportir Jepang.



